Latest Releases

Kamis, 09 Februari 2017

Polda Metro Jaya membatalkan Pembeberan Laporan Kasus Antasari Azhar. Ada Apa Sebenaranya ?

http://jendelaberitaonline.blogspot.co.id/

Jendela Berita Online - Jakarta - Indonesia -- Polemik mengenai Kebenaran yang samapai saat ini belum terungkap masih menjadi hal yang sangat diperjuangkan oleh Antasari Azhar seorang Mantan Ketua KPK yang dituding melakukan pembunuhan kepada almarhum Nasrudin Zulkarnaen yang merupakan  Direktur dari PT Putra Rajawali.


Kasus Antasari Sendiri sedang dalam tahap penyelidikan lebih lanjut. Dan mengenai tentang pengungkapan kasus laporan soal SMS gelap yang melibatkan Antasari tersebut yang telah dijanjikan oleh Polda Metro Jaya untuk diungkapkannya perihal penjelasan soal perkembangan laporan sms itu  kini kembali dibatalkan. 



Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan bukan dibatalkan tetapi ditunda untuk sementara waktu. dan terkait hal itu adapun alasan dilakukannya penundaan karena dari pihak kepolisian masih sedang mengumpulkan barang bukti laiinya yang sebelummnya ntelah dilaporkan oleh kuasa hukum Antasari sewaktu tahun 2011.


"Kita tunda besok hari ya, berhubung masih mengumpulkan serta ada barang bukti yang belum sempat kami foto kopi kan'. ujar Raden Prabowo Kamis (9/2) sore.

Pihak Kepolisian direncanakan sebelummnya akan mengungkapkan rahasia perkembangan dari soal laporan sms gelap yang melibatkan Antasari Azhar dijebloskan kedalam Penjara.

Mendengar Hal itu, Antasari tidak tinggal diam,dirinya mengatakan akan tetap terus mendatangi pihak Polda Metro Jaya untuk mengetahui perkembangan terkini atas kasusnya tersebut. Jadi semua ini harus di usut secara tuntas oleh Polisi. Beliau juga mempertanyakan soal kinerja kerja dari penanganan atas kasus yang telah menyeret dirinya itu. Ungkap Antasari.

Dirinya menambahkan akan memberikan waktu dalam kurun waktu maksimal 30 hari bagi pihak kepolisian untuk segera menyampaikan perkembangan hasil laporan itu. Dan bila masih terus tidak ada perkembangan sampai hari H nya nanti maka tim kuasa hukum Antasari akan melaporkan polisi kepada Divisi Profesi dan Pengamanan Polri.

Andi Syamsudin yang merupakan adik dari almarhum Nasruddin juga saat ini sedang menunggu hasil laporan resmi dari pihak Poda Metro Jaya, dan dirinya juga akan melakukan hal yang sama seperti Antasari dengan ikut menyambangi pihak Polisi sampai ada kabar yang pasti.

Andi Berharap kasus yang menimpa anggota keluarganya itu dapat diketahui secara pasti atas siapa dalang sebenarnya yang tega melakukan upaya pembunuhan tersebut. Jadi semuanya itu harus dibeberkan secara resmi dan jelas. Pihakanya berharap Pemerintah dapat membentuk tim Sukses pencari fakta yang dapat mengungkap kasus yang telah menyebabkan kematian saudaranya. Dirinya tidak akan begitu saja menerima dengan gamblang penjelasan dari polisi tanpa adanya mempelajari materi kasus. Beliau juga menyakini bila Presiden Jokowi bisa sampai memberikan Grasi kepada Antasari Azhar maka dirinya berkeyakinan juga bawa Antasari sebenarnya tidaklah bersalah namun hanya menjadi tumbal akan kasus tersebut.



Read »

Minggu, 05 Februari 2017

SBY Bersuara, Minta Polisi Usut dan Tindak Tegas atas Penyadapan yang di Lakukan Kepadanya

http://jendelaberitaonline.blogspot.co.id/


Jendela Berita Online - Jakarta, Seiring dengan viralnya permasalahan mengenai adanya tindak penyadapan pembicaraan telepon atara mantan presiden RI SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) dengan Ketua MUI Ma'aruf, Kini PIhak SBY angkat Bicara.

SBY Menuturkan agar meminta pihak kepolisian segera mengusut tuntas adanya dugaan penyadapan terhadap dirinya,SBY juga menegaskan dengan adanya penyadapan yang terjadi maka semua ini akan menjadi suatu permasalahan umum yang wajib untuk diusut oleh pihak lembaga hukum.
 
"Saya disini sebagai warga biasa dan saya memohon agar setiap dan kapanpun pembicaraan saya, kemudian pembicaraan saya dengan Ma'Aruf bila ada transkip, saya eminta agar pihak kepolisian serta para penegak hukum dan pengadilan yang ada  untuk bertindak secara adil. Ini semua bukanlah delik pengaduan tapi sama dalam hukum". ImbuhSBY sewaktu digelarnya konferensi Pers pada Wisma Proklamasi di Jakarta Rabu (01/03/2017)

Adapun Maksud dari dikeluarkanya ungkapan tersebut berkaitan dengan pernyataan dari tim kuasa hukum pihak Ahok yakni Humprey Djemat yang telah menuding Ketum UI (Ulama Indonesia) Ma'aruf Amin yang telah mendapat telepon langsung dari Pak Susilo. dimana Pembahasan Pembicaraan saat itu yang berkaitan tentang permintaan dari SBY kepada Ma'aruf agar mengeluarkan Fatwa perihal Ucapan dari Ahok atau Basuki yang sudah mengutip surat dari Al Maidah pada Ayat ke 51, yang mana Fatwa tersebut diterbitkan pada Oktober 2016 lalu.

Pak SBY meminta juga atas dasar permohonanya kepada Negara dalam mencari tau tentang dugaan bahwa telah terjadi penyadapan yang dilakukan terhadap dirinya. Dia mengimbuhkan bahwa otorisasi atas penyadapan hanya boleh dimiliki oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Badan Intelijen Negara (BIN) serta Badan Intelijen Strategis TNI.

SBY menambahkan agar Presiden Joko Widodo juga menjelaskan dari mana bisa diperolehnya transkip penyadapan itu muncul dan siapa yang harus bertanggung jawab?
Disini Kita hanya ingi mencari kebenaran yang ada.Ini juga merupakan negara kita sendiri dan bukanlah negara orang lain. Alangkah Lebih Bagus bla semuanya diselesaikan secara baik-baik,adil serta bertanggung Jawab". Ucap SBY

SBY juga mengatakan bila dugaan atas penyadapan ini nantinya terbukti secara hukum, maka jalur hukum haruslah ditempuh secara tegas kepada siapapun pelakunya.

 "Kalau Semisalnya, Ya Mudah-mudahan saja bukan. dan Pak Ahok juga semestinya Sama, hukum harus lah dijalankan, sama halnya dengan Polisi atau siapa saja yang lainnya. Papar Beliau. Dan Dirinya juga mengharapkan adanya Keinginan dari Presiden untuk ikut tegas dalam mengungkap Dugaan Penyadapan tersebut.

Ini bisa saja disebut sebagai penyadapan yang illegal dan tidak boleh terjadi, apalagi sudah merupakan kejahatan yang perlu diperhatikan dan bukan untuk diabaikan.

Read »

Sabtu, 04 Februari 2017

SBY berkicau di Twitter, minta Ketua MUI bersabar

sby-berkicau-di-twetter-minta-ketua-mui-bersabar

Jendela Berita Online - Akun resmi dari mantan Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono kembali berkicau mengenai adanya tindakan mata mata, Sabtu ( 4/2/17) sore sekitar pukul 17.00 Wib.

Di dalam Twettnya, SBY meminta kepada Ketua Majelis Ulama Indonesia, Kiai Haji Ma'ruf Amin agar selalu bersabar dan tegar. pada kicauan itu telah disebutkan pula tujuan aksi mata mata buikanlah Ma'ruf Amin.

"Bpk Ma'ruf Amin, senior saya, mohon sabar & tegar. jika kita dimata matai, sasarannya bukan Bpk. kita percaya allah maha adil *SBY*," tulis akun @SBYudhoyono.

Sebelumnya didalam konfrensi pers pada Rabu ( 1/2/17) lalu, SBY juga berbicara terkait adanya tindakan mata mata.

Dalam Konfrensi pers itu, mantan presiden ke enam itu  angkat bicara mengenai tuduhan adanya komunikasinya dengan Ma'ruf Amin yang meminta fatwa terkait dengan kasus penistaan agama yang menjadikan Gubernur DKI Jakarta Basuki Thajaja Purnama atau Ahok menjadi tersangka.

Dugaan itu muncul setelah di dalam persidangan Ahok. Tim pengacara Ahok mempertanyakan keterangan yang disampaikan oleh Ma'ruf sebagai seorang saksi pada selasa (31/1/17).

SBY juga membantah bahwa dirinya telah meminta kepada Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin untuk mengatur agar MUI segera mengeluarkan fatwa terkait dengan kasus yang tengah mencuat.

Selain itu, dirinya juga beranggapan adanya tindakan penyadapan terhadap dirinya yang dianggapnya juga sebagai perbuatan ilegal. pasalnya tidak ada ketetapan dari pihak pengadilan untuk memberikan ijin untuk melakukan penyadapan.

Hingga saat ini, pihak kuasa hukum Ahok belum menyebutkan bukti apa yang telah dimiliki terkait dengan percakapan anatara SBY dan Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin. rencanya bukti itu akan dihadirkan oleh Tim pengacara Ahok didalam persidangan berikutnya.(Jendela Berita Online)


Read »

Kamis, 02 Februari 2017

Gagal Fokus...barang bukti tv dan scene bugil sama...apa tanggapan netizen

Gagal Fokus...barang bukti tv dan scene bugil sama...apa tanggapan netizen

Jendela Berita Online - Ditreskrimsus Polda Metro Jaya kembali mengeledah rumah keluarga Firza Husein dijalan Makmur RT 03/07. Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (1/2/17).

Direktur reskrimus Polda Metro Jaya Kombes Polisi Wahyu Hadiningrat menjelaskan, pengeledahan dilakukan untuk menyelidiki kasus monolog dan juga konten yang mengandung pornografi antara yang di duga Firza Husein dan Habib Rizieq Shihab.

Usai melakukan pengeledahan selama kurang lebih empat jam, terlihat penyidik membawa sejumlah barang bukti dari dalam rumah tersebut, beberapa barang bukti itu berupa printer,televisi dan kain sprei. didalam penyitaan oleh tim penyidik itu banyak sekali menyita perhatian dari Netizen.

"Wah, TV-nya sangat mirip dengan yang ada di foto kiriman WA tuch", tulis akun Takviri melalui akun Twitternya.

'Tv di bugil scene dengan yang dilakukan penyitaan polisi kok...ini kasus makar atau...? #akugagalpaham", cuit akun De'Lusi.

"Penyelidikan memang haknya polisi sich. tapi serius. TV nya mirip...", tulis Netizen yang lain.

Beberapa netizen kemudian membuat kolase foto tersebut untuk sekedar membandingkan.

Gagal Fokus...barang bukti tv dan scene bugil sama...apa tanggapan netizen

Sehari setelah dilakukan pengeledahan dari petugas kepolisian Polda Metro Jaya, Rumah Keluarga tersangka dalam kasus makar Firza Husein dijalan Makmur, Lubang Buaya, Pondok Gede, Jakarta Timur terlihat sangat sepi.

Menurut warga setempat, rumah orang tua dalam kasus makar Firza Husein sepi sejak adanya pengeledahan kemarin.

"Rumahnya sih dari kemarin sudah sepi sejak polisi pada datang", ujar salah seorang warga.

Dari hasil pengeledahan kemarin, pihak kepolisian menyita berbagai barang dari rumah Firza. barang bukti itu diantaranya dua Sprei, dua buah bantal dan satu guling serta satu televisi.

Sebagaimana diketahui bahwa Firza Husein merupakan salah seorang tersangka dalam kasus makar yang sebelumnya pernah ditangkap pada 02 Desember 2016 lalu sebelum adanya aksi 212.

Saat itu polisi mengindikasikan adanya aliran dana untuk melakukan makar yang diberikan melalui Firza.

Selain tersandung dengan kasus makar tersebut, Firza Husein juga tersangkut dalam kasus pornografi setelah laman baladacintarizieq.com membeberkan screenshot percakapan vulgar melalui layanan jejaring sosial Whatsapp antara Firza Husein dan Habib Rizieq.


Didalam lama tersebut juga mengunggah foto seorang perempuan yang dalam keadaan telanjang yang diduga sebagai Firza Husein.(Jendela Berita Online)
Read »
Copyright © 2015 Jendela berita online

Blogger Templates Designed by Templatezy - DesignsRock

Belajar Judi Berita Artis Terkini Kabar Terkini Jadwal Bola Hari ini Jadwal Bola Hari ini TVN24 Online Mydetikcom Semangat NKRI Sindo Daily News Kompasindo News Analisa Berita Analisa Terkini Lensa Berita Terkini Post Ibukota Harian Radar Post sabung ayam pw Agen sbobet penipu poker texas boya situs resmi sbobet sbobet link sbobet asia mobile sbobet casino login maxbet login situs judi online situs poker terpercaya Sbobet Online Login Wap Sbobet Mobile Daftar Sbobet Mobile Indobet