Latest Releases

Rabu, 16 Agustus 2017

Southampton Tidak Akan Lepas Van Dijk

Southampton  Tidak Akan Lepas Van Dijk

Jendela Berita Online - Virgil van Dijk telah mengajukan permintaan dijual. Namun keinginannya untuk meninggalkan Southampton kemungkinan besar takkan terwujud musim panas ini.

Van Dijk sepanjang musim panas ini telah dikaitkan dengan sejumlah klub elite. Klub tersebut antara lain Liverpool, Manchester City, dan Chelsea.

Liverpool juga sempat melakukan pendekatan kepadanya. Tapi kemudian mundur teratur setelah Soton menuding klub Merseyside itu melakukan pendekatan ilegal, dan mengancam akan melaporkan ke Premier League.

Dalam perjalanannya, Van Dijk ternyata mengungkapkan kalau dirinya menginginkan tantangan baru. Bek internasional Belanda itu kecewa klub tidak mendengarkan pendapatnya dan mengajukan permintaan resmi untuk dijual.

Tapi klub teguh pada pendiriannya. Chairman Soton Ralph Krueger menegaskan Van Dijk takkan dijual di musim panas ini sambil menjelaskan alasannya.

"Virgil tidak dijual di jendela transfer ini dan ini bukan persoalan pribadi. Ini bukanlah soal dia, ini soal gambaran yang jauh, jauh, jauh lebih besar. Sebuah perubahan tentunya untuk Southampton," Krueger berbicara seperti dilansir Sky Sports.

"Musim panas pertama saya di sini, 5 pemain pergi dan 6 yang masuk, tanpa menghitung dari akademi. Musim panas kedua, 3 pemain keluar, 7 masuk dan musim panas ketiga ada 5 pemain keluar, 5 yang masuk."

"Sekarang ada 1 pemain keluar dan 2 yang masuk, dan inilah yang kami inginkan. Kami harap bisa menjadi klub yang matang."

"Kami ingin menjadi tim yang dapat menarik keuntungan dari sinergi yang menciptakan sepakbola yang jauh lebih atraktif dan produk yang lebih bagus untuk para penggemar, dan memberikan kami kesempatan untuk kembali ke kompetisi Eropa," tambahnya. (Jendela Berita Online)
Read »

Selasa, 15 Agustus 2017

KPK Fokus Peran Andi Narogong Karena Nama Anggota DPR Lenyap

KPK Fokus Peran Andi Narogong Karena Nama Anggota DPR Lenyap

Jendela Berita Online - Puluhan nama anggota DPR yang sempat meramaikan surat dakwaan Irman dan Sugiharto malah menghilang di dakwaan Andi Agustinus alias Andi Narogong. Menurut KPK, pihaknya fokus dengan peran Andi Narogong.

"Yang pertama kita fokus dengan peran-peran yang dilakukan terdakwa. Dan terdakwa yang kita proses saat ini adalah dari pihak swasta. Jadi kita fokus di sana," sebut Kabiro Humas KPK Febri Diansyah ketika dikonfirmasi wartawan di kantornya, Jln Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (15/08/2017).

Febri mengungkapkan unsur legislatif yang awalnya pernah disebut menerima aliran dana e-KTP, tetap akan dihadirkan dalam persidangan.

"Nanti kita melihat siapa saja yang dihadirkan di proses pembuktian saksi-saksinya. Karena sebagian nama yang telah disebut sebelumnya juga sudah pernah kita periksa di penyelidikan," tambah Febri.

Dalam sidang vonis dengan terdakwa Irman bersama Sugiharto, hakim cuma menetapkan 3 nama orang DPR yang terbukti menerima duit e-KTP. Tapi, Febri meyakinkan bukan itu alasan hilangnya nama anggota DPR di dakwaan Andi Narogong.

"Kalau kita membaca putusan untuk Irman dan Sugiharto sesunggguhnya beberapa nama anggota DPR juga disebut walaupun nama-nama itu di dakwaan tidak diuraikan secara rinci," ungkap Febri.

Soal surat putusan hakim pun KPK sudah mengajukan banding di pengadilan tinggi. Sebab masih adanya fakta dan bukti yang belum dipertimbangkan hakim. Sehingga kini masih adanya 2 proses persidangan kasus e-KTP yang berjalan.

"Ada fakta di persidangan yang belum dipertimbangkan oleh hakim. Itu masuk dalam materi banding kita. Jika bukti sebenarnya cukup banyak. Ada lebih dari 100 saksi dan lebih dari 1000 bukti surat dan bukti petunjuk. Dan juga lebih dari 6000 barang bukti untuk membuktikan konstruksi kasus e-KTP," tandasnya. (Jendela Berita Online)
Read »

Senin, 14 Agustus 2017

Polda Aceh Buru Pengedar Sabu 10 Kg

Polda Aceh Buru Pengedar Sabu 10 Kg

Jendela Berita Online - Kepolisian mengamankan pengedar sabu 10 kg di Aceh dengan menyamar sebagai pembeli. Kini kepolisian mengejar jaringan lainnya dari pengedar sabu itu.

"Kepolisian pertama memperoleh informasi hari Jumat 4 Agustus yang menyebutkan akan adanya sabu masuk ke Aceh Timur," ujar Kabid Humas Polda Aceh Kombes Goenawan kepada liputan6, Senin (14/08/2017). 

Tim dari Direktorat Resnarkoba Polda Aceh langsung melakukan penyelidikan menyamar menjadi pembeli setelah menerima laporan. Proses transaksi dengan pelaku kemudian berlangsung rumit lantaran tidak adanya kesepakatan.

Akhirnya pelaku berinisial F dan kepolisian setuju untuk bertemu tanggal 12 Agustus pukul 15.00 WIB di suatu wilayah di Aceh Utara. Utusan pelaku atas nama Kiki Andriansya (21) kemudian datang menemui kepolisian yang menyamar dengan membawa barang bukti sabu 10 Kg dan langsung diciduk. 

"Dari hasil interogasi Kiki, didapat keterangan kalau barang itu diambil di Jln Elak tepatnya di pinggir jalan dekat tiang listrik. Sesampai di tempat itu Kiki bertemu dengan orang kepercayaan F," sebut Goenawan. 

Saat pertemuan dengan Kiki tersebut, orang kepercayaan F duduk di atas motor dengan memakai helm. Setelah menerima barang haram tersebut dari orang yang tidak dikenalnya, Kiki kemudian membawa sabu untuk bertransaksi dengan kepolisian. 

"Hasil penyelikan tim untuk melakukan penangkapan terhadap seseorang kepercayaan F yang memberikan barang kepada tersangka Kiki sampai saat ini belum terungkap dan memerlukan pendalaman lebih lanjut," tutup Goenawan. (Jendela Berita Online)
Read »

Minggu, 13 Agustus 2017

Kepolisian Amankan Satu Pelaku Penyekapan Supir Taksi Online

Kepolisian Amankan Satu Pelaku Penyekapan Supir Taksi Online

Jendela Berita Online - Kepolisian mengamankan satu pelaku penganiayaan dan penyekapan Mustakim (40), supir taksi online. Kepolisian juga memburu pelaku lainnya yang diduga berjumlah lebih dari 4 orang.

"Benar, sudah berhasil ditangkap satu. Tertangkap di Ponorogo," sebut Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Ardian Satrio Utomo, Minggu (13/08/2017)

Pelaku itu berinisial RAT alias AM alias W. Peran dari RAT yakni memesan taksi online yang disupiri korban. RAT pula yang bersama-sama pelaku lain ikut menganiaya korban kemudian mengemudikan takso online korban menuju ke Madura.

"RAT kami amankan Sabtu (12/8/2017)," ucap Ardian.

Sayangnya Ardian belum mau menjelaskan secara rinci bagaimana RAT tertangkap termasuk identitas lengkapnya. Ardian lebih memilih fokus melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya.

"Kami masih di luar kota, memburu pelaku lain," tambah Ardian.

Mustakim, sang korban, mengalami nasib sial saat menerima pesanan empat pria di Ramayana Mall Sidaorjo hari Kamis (10/08/2017) sore. Mereka yang meminta diantarkan ke Kalimas, Surabaya, justru menganiayanya dengan sajam dan senjata dan membawa kabur mobilnya.

Korban dilumpuhkan dengan mengikat kaki dan tangannya, membungkam mulut, dan menutup matanya. Korban dibawa ke Madura. Sempat disekap di suatu ruangan, korban lalu dibuang di kawasan Burneh Bangkalan. Untunglah seorang kernet bus menemukan dan menolongnya pada hari Senin (11/08/2017). Korban kemudian melapor ke kepolisian. (Jendela Berita Online)
Read »
Copyright © 2015 Jendela berita online

Blogger Templates Designed by Templatezy - DesignsRock

Belajar Judi Berita Artis Terkini Kabar Terkini Jadwal Bola Hari ini Jadwal Bola Hari ini TVN24 Online Mydetikcom Semangat NKRI Sindo Daily News Kompasindo News Analisa Berita Analisa Terkini Lensa Berita Terkini Post Ibukota Harian Radar Post sabung ayam pw Agen sbobet penipu poker texas boya situs resmi sbobet sbobet link sbobet asia mobile sbobet casino login maxbet login situs judi online situs poker terpercaya Sbobet Online Login Wap Sbobet Mobile Daftar Sbobet Mobile Indobet