Latest Releases

Senin, 04 September 2017

Mafia Narkoba Italia Diciduk di Uruguay Setelah 23 Tahun Buron

Mafia Narkoba Italia Diciduk di Uruguay Setelah 23 Tahun Buron

Jendela Berita Online - Salah seorang buronan yang paling dicari pihak berwenang Italia telah ditangkap di Uruguay setelah diburu selama 23 tahun sebagai terpidana dalam penyelundupan narkoba dan terkait mafia.

Rocco Morabito dari kelompok 'Ndrangheta itu saat ini ditahan di daerah wisata tepi pantai yang mewah, Punta del Este.

Kepolisian Uruguay mengungkapkan dia telah tinggal di sana selama 10 tahun lebih dengan memakai identitas palsu.

Morabito mendapatkan julukan 'raja kokain Milan' lantaran keterlibatannya dalam menyelundupkan narkoba dari Amerika Selatan ke Italia.

Kelompok 'Ndrangheta mengendalikan sejumlah perdagangan kokain dunia dan kepolisian menyebutkan Morabito berada di balik penyelundupan ratusan kilo kokain dari Brasil ke Italia sepanjang tahun 1992 sampai 1993. Dia diperkirakan tiba di Uruguay pada tahun 2002.

Kepolisian mengamankannya di sebuah hotel di ibukota Uruguay, Montevideo, tapi selama ini dia menetap di Punta del Este dengan menggunakan dokumen palsu Brasil atas nama Francisco Capeletto.

Ketika polisi menggeledah tempat tinggalnya, ditemukan senjata kaliber 9mm, 13 telepon genggam, sejumlah kartu kredit, dan 150 foto ukuran paspor Morabito dalam berbagai penyamaran. Seorang perempuan Portugal kelahiran Angola, yang diyakini istrinya, juga ikut diamankan.

Pengacaranya menjelaskan Morabito menjalani kehidupan normal sejak tahun 1994 dan tidak terlibat lagi dalam segala bentuk kriminal.

Saat ini dia ditahan dengan dakwaan pemalsuan dokumen tapi diperkirakan dalam beberapa bulan mendatang akan diekstradisi ke Italia, tempat dia divonis hukuman 30 tahun penjara.

Tahun lalu, kepolisian Italia menemukan bos 'Ndrangheta yang buron selama 18 tahun, yang bersembunyi di sebuah ruang perlindungan di daerah pegunungan Calabria.

Giuseppe Ferraro, yang berumur 47 tahun, ditemukan awal Januari 2016 bersama Giuseppe Crea, 37 tahun, yang buron dari tahun 2006.

Berbagai jenis senpi ditemukan di tempat perlindungan yang sempit itu tapi bisa menampung peralatan untuk masak dan terdapat aliran listrik. (Jendela Berita Online)
Read »

Minggu, 03 September 2017

Pesan Ibu Sri Mulyani di Hari Pelanggan Nasional

Pesan Ibu Sri Mulyani di Hari Pelanggan Nasional

Jendela Berita Online - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, masyarakat mesti menjadi konsumen yang pintar dan kritis untuk mendapatkan rasa puas terhadap suatu barang atau jasa yang dibelinya.

Hal itu menjadi tanggapan orang no satu di Kementerian Keuangan berhubungan dengan Hari Pelanggan Nasional yang jatuh pada tanggal 4 September.

"Pelanggan nasional, saya rasa menjadi konsumen yang pintar," ujar Sri Mulyani di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (04/09/2017).

Sri Mulyani menerangkan, setiap masyarakat mempunyai pendapatan setiap bulannya sebagai modal konsumsi. Maka seharusnya dapat digunakan dengan baik.

"Kalau kita mendapatkan daya beli berasal dari pendapatan dan itu diperoleh, maka kita mesti hati-hati dalam menggunakan, memilih, melihat kualitasnya, membagi penggunaan dari pendapatan. Saya rasa itu," terangnya.

Bukan cuma sebagai pelanggan yang pintar, mantan direktur pelaksana Bank Dunia ini juga meminta kepada seluruh masyarakat menjadi pelanggan yang kritis.

"Jika menjadi pelanggan makin kritis itu makin baik untuk produksi, karena mereka meminta itu menjadi suatu jumlah ataupun kuantitas dari barang-barang atau jasa yang digunakan, itu terjadi di hampir semuanya," tutup dia. (Jendela Berita Online)
Read »

Kepolisian Olah TKP Meninggalnya Pendukung Timnas

Kepolisian Olah TKP Meninggalnya Pendukung Timnas

Jendela Berita Online - Kepolisian sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus meninggalnya seorang pendukung, Catur Juliantono (32), saat pertandingan Timnas Indonesia vs Fiji di Stadion Patriot Bekasi, Jawa Barat. Kepolisian menemukan petasan jenis rocket flare di Tribun Selatan.

"Hasil olah TKP, ditemukannya barang bukti berupa cassing hand flare atau suar tangan dan pengaman rocket flare atau suar tembak dari tribun belakang gawang," ujar Kapolresta Bekasi Kombes Hero Hendrianto Bachtiar saat dihubungi liputan6, Minggu (03/09/2017).

Sedangkan dari TKP korban yaitu di tribun timur tengah, kepolisian menemukan pipa rocket flare. Dengan begitu, kepolisian menyimpulkan Julianto meninggal akibat petasan yang berasal dari tribun selatan tepatnya di belakang gawang.

"Kesimpulan penyebab kematian korban berasal dari rocket flare yang diluncurkan dari tribun belakang gawang," ucapnya.

Pelemparan petasan terjadi sekitar jam 18.00 WIB pada laga pertandingan Indonesia kontra Fiji. Korban langsung dibawa petugas medis ke Rumah Sakit Mitra Keluarga, Bekasi Barat. 

Saat tiba di rumah sakit sekitar jam 18.20 WIB, korban dinyatakan telah meninggal dunia. "Korban meninggal akibat wajahnya terkena petasan," sebut Hero saat dihubungi liputan6, Sabtu (02/09/2017). (Jendela Berita Online)
Read »

Sabtu, 02 September 2017

Kabar Kasus Ello Terlibat Narkoba

Kabar Kasus Ello Terlibat Narkoba

Jendela Berita Online - Penyanyi Marcello Tahitoe atau Ello sedang menjalani rehabilitasi di RS Ketergantungan Obat (RSKO), Cibubur, Jakarta. Lalu, seperti apa kabar kelanjutan kasus narkobanya?

Menurut pengacaranya, Chris Sam Siwu, berkas perkara Ello telah dikirim ke kejaksaan. Tapi, belum dapat info soal kelengkapan berkas itu.

"Berkas masih diteliti sama Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Senin kemarin kalau tidak salah berkasnya dikirim ke kejaksaan," tutur Chris Sam, kepada liputan6, Jumat (01/09/2017) lalu. 

Mengenai rehabilitasi Ello, Chris mengutarakan, semuanya berjalan lancar. Ello juga disebutnya telah membaik kondisinya selama menjalani proses penyembuhan dari narkoba.

"Lancar. Dia sehat. Keluarga juga sudah berkunjung ke RSKO. Mohon doanya dan dukungannya yah dari seluruh penggemar," ujar Chris Sam.

Ello dibawa ke RSKO sejak 14 Agustus 2017. Dilihat dari foto yang beredar di internet, kekasih Aurelie Moeremans itu terlihat kurus dan terlihat brewoknya semakin tebal selama berada di tempat rehabilitasi itu.

Ello diketahui diamankan jajaran Polres Jakarta Selatan di kediamannya di kawasan Jagakarsa, pada 6 Agustus lalu. Saat penangkapan, kepolisian mengamankan dua paket ganja seberat kurang lebih lima gram dari rumah pelantun 'Pergi Untuk Kembali' tersebut.

Ello juga terancam hukuman penjara maksimal 12 tahun karena kasus narkoba. Tapi, dia berharap bisa mendapatkan rehabilitasi nantinya. (Jendela Berita Online)
Read »
Copyright © 2015 Jendela berita online

Blogger Templates Designed by Templatezy - DesignsRock

Belajar Judi Berita Artis Terkini Kabar Terkini Jadwal Bola Hari ini Jadwal Bola Hari ini TVN24 Online Mydetikcom Semangat NKRI Sindo Daily News Kompasindo News Analisa Berita Analisa Terkini Lensa Berita Terkini Post Ibukota Harian Radar Post sabung ayam pw Agen sbobet penipu poker texas boya situs resmi sbobet sbobet link sbobet asia mobile sbobet casino login maxbet login situs judi online situs poker terpercaya Sbobet Online Login Wap Sbobet Mobile Daftar Sbobet Mobile Indobet