Latest Releases

Rabu, 21 Juni 2017

Pengakuan Hary Tanoe Tidak Pernah Terima Surat Penetapan Tersangka

Pengakuan Hary Tanoe Tidak Pernah Terima Surat Penetapan Tersangka

Jendela Berita Online - Kuasa Hukum terlapor kasus terduga SMS gelap Hary Tanoesoedibjo, Adi Dharma mengatakan kliennya tidak pernah menerima salinan surat pemberitahuan dimulainya penyelidikan.

"Sampai hari ini, detik ini, kami tidak pernah menerima surat apapun. Kami tidak tahu," ujar Adi kepada tribunnews, Kamis (22/06/2017).

Sebelumnya pelapor kasus terduga SMS gelap yang juga Kepala Subdirektorat Penyelidik di Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto mengaku telah menerima SPDP kasus yang dia laporkan ke Bareskrim Polri tahun 2016 silam itu.

Bahkan, Yulianto menyebutkan dalam SPDP itu juga disampaikan bahwa Hary Tanoesoedibjo sudah ditetapkan menjadi tersangka. SPDP itu kemudian menjadi dasar Jaksa Agung Muhammad Prasetyo memberikan pernyataan bahwa kepolisian sudah menetapkan Hary sebagai tersangka.

Adi menilai kasus terduga SMS gelap tersebut bernuansa politis. Semestinya, kliennya juga menerima SPDP bila memang sudah dikirimkan.

"Putusan MK no 130 terkait pemeriksaan, disebutkan bahwa SPDP dikirimkan ke dua pihak, terlapor dan pelapor," tuturnya.

Dalam putusan tersebut, Mahkamah Agung menyebutkan pemberian SPDP tidak cuma diwajibkan terhadap jaksa penuntut umum akan tetapi juga terhadap terlapor dan korban. (Jendela Berita Online)
Read »

Selasa, 20 Juni 2017

Jokowi Tidak Mau Ada Acara Khusus untuk Ulang Tahunnya

Jokowi Tidak Mau Ada Acara Khusus untuk Ulang Tahunnya

Jendela Berita Online - Presiden Jokowi tidak menginginkan perayaan atau acara spesial untuk memperingati hari ultahnya, Rabu. Jokowi yang hari ini menginjak umur 56 tahun, melakukan kunjungan kerja ke Bogor, Ciawi, dan Sukabumi, kemudian berbuka puasa di Istana Bogor.

"Seperti tahun-tahun sebelumnya, seperti biasa saja," ucap Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (21/06/2017).

Dia menambahkan Presiden Jokowi tidak pernah memperingati ultahnya dengan sebuah perayaan. 

Presiden Jokowi lahir di Surakarta, Jateng, 21 Juni 1961. Dia menjabat sebagai presien ke-7 Indonesia sejak 20 Oktober 2014, usai memenangi Pemilihan Presiden dan Wapres bersama Muhammad Jusuf Kalla.

Sebelum menjadi presiden, ia menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta tanggal 15 Oktober 2012 hingga 16 Oktober 2014 didampangi Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai wagub.

Sebelumnya itu dia menjadi Walikota Surakarta dari tanggal 28 Juli 2005 hingga 1 Oktober 2012 didampingi F.X. Hadi Rudyanto sebagai wakil walikota. (Jendela Berita Online)
Read »

Senin, 19 Juni 2017

Donald Trump Kecam Korut Atas Kematian Mahasiswa AS

Donald Trump Kecam Korut Atas Kematian Mahasiswa AS

Jendela Berita Online - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan belasungkawa kepada keluarga mahasiswa AS, Otto Warmbier, yang meninggal setelah dibebaskan Korea Utara. Trump kemudian mengecam Korut dengan menyebutnya sebagai 'rezim brutal'.

Kecaman tersebut disampaikan Trump ketika menghadiri salah satu acara Gedung Putih pada Senin (19/06/2017) waktu setempat, seperti dikutip AFP dan Reuters, Selasa (20/6/2017). Warmbier yang berumur 22 tahun, meninggal dunia pada Senin (19/06/2017), atau 6 hari usai dibebaskan Korut dalam keadaan koma. 

"Hal-hal buruk terjadi, tapi setidaknya kita bisa memulangkannya ke orangtuanya. Sungguh rezim brutal," sebut Trump ditujukan pada Korut. 

Dalam pernyataan terpisah, Trump menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga Warmbier. Trump menyebut kepergian Warmbier 'sangat cepat'.

"Tidak ada yang lebih tragis dari orangtua yang kehilangan anaknya, saat masa-masa terbaiknya. Pikiran dan doa kami tertuju kepada keluarga dan teman-teman Otto, dan semua yang menyayanginya," demikian pernyataan Trump secara tertulis.

"Nasib Otto memperdalam tekad pemerintahan saya dalam mencegah tragedi yang sama menimpa orang-orang tidak bersalah di tangan rezim yang tidak menghormati penegakan hukum," ungkap pernyataan itu.

"Amerika Serikat, sekali lagi, mengecam kebrutalan rezim Korut, selagi kita berkabung bagi korban terbarunya," sebut Trump dalam pernyataannya. 

Warmbier dijatuhi hukuman 15 tahun kerja paksa usai dituduh mencuri slogan propaganda dari hotel tempatnya menginap di Korut, awal tahun lalu. Namun belakangan diketahui bahwa sesaat setelah divonis, atau tepatnya sejak Maret 2016, Warmbier jatuh koma. 

Penyebab koma Warmbier tidak diketahui secara jelas. Otoritas AS meminta Korut untuk menjelaskan hal tersebut secara transparan. Dalam penjelasannya, Korut menyebut Warmbier mengalami botulisme, keracunan makanan yang dipicu bakteri clostridium botulinum. Tapi tim dokter menyangkalnya, dengan menegaskan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan tidak adanya gejala botulisme dalam sistem tubuh Warmbier. (Jendela Berita Online)
Read »

Minggu, 18 Juni 2017

Tito Karnavian Rencana ke KPK Bahas Soal Novel Baswedan

Tito Karnavian Rencana ke KPK Bahas Soal Novel Baswedan

Jendela Berita Online - Kapolri Jenderal Tito Karnavian berencana siang ini akan mendatangi kantor KPK. Tito mengaku akan membahas soal perkembangan penyelidikan kasus teror kepada penyelidik senior KPK Novel Baswedan.

"Nanti saya akan berkunjung jam 2 siang ke KPK dengan tim yang menangani dan kita akan berdiskusi di sana," tutur Tito di lapangan silang Monas, Jakpus, Senin (19/06/2017).

Dikonfirmasi terpisah, Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengafirmasi kunjungan Kapolri ke KPK siang nanti. Febri menyebutkan KPK berharap pengungkapan pelaku teror ke Novel bisa secepatnya terungkap.

"Rencananya siang ini ada pertemuan Kapolri dengan pimpinan KPK. Tentu kita berharap kerjasama KPK dengan Polri bisa diperkuat, termasuk upaya pengungkapan pelaku penyerangan Novel. Kita harap konsentrasi Polri dan KPK yakni pada pengungkapan pelaku tersebut. Akan dibahas juga apa langkah bersama yang bisa dilakukan untuk saling memperkuat penanganan kasus tersebut," tambah Febri.

Sebelumnya media internasional, Time, mewawancarai Novel di ruang perawatannya di Singapura. Novel juga buka-bukaan soal teror yang menimpa dirinya. Novel juga menerima informasi soal adanya keterlibatan salah satu jenderal dalam kasus tersebut. Awalnya dia tidak percaya tapi setelah dua bulan berselang, kasus ini belum terungkap, Novel menganggap informasi itu bisa saja benar.

Kapolri juga meminta Novel untuk memberikan bukti soal pernyataan tersebut. Jika bukti-bukti cukup, kepolisian akan mendalami keterangan tersebut. Jika ada buktinya kami akan proses dan kami akan terbuka hal itu. Jika seandainya tidak ada buktinya, saya sangat menyayangkan karena nanti institusi kepolisan menjadi negatif pandangannya dan di dalam internal kepolisian juga bisa terjadi saling curiga mencurigai. (Jendela Berita Online)
Read »
Copyright © 2015 Jendela berita online

Blogger Templates Designed by Templatezy - DesignsRock

Belajar Judi Berita Artis Terkini Kabar Terkini Jadwal Bola Hari ini Jadwal Bola Hari ini TVN24 Online Mydetikcom Semangat NKRI Sindo Daily News Kompasindo News Analisa Berita Analisa Terkini Lensa Berita Terkini Post Ibukota Harian Radar Post sabung ayam pw Agen sbobet penipu poker texas boya situs resmi sbobet sbobet link sbobet asia mobile sbobet casino login maxbet login situs judi online situs poker terpercaya Sbobet Online Login Wap Sbobet Mobile Daftar Sbobet Mobile Indobet