Jendela Berita Online - Menkum HAM Yasonna Laoly tidak setuju dengan tindakan persekusi atau perburuan sekelompok orang yang belakangan terjadi di Indonesia. Persekusi bisa membuat negara Indonesia menjadi bangsa barbar.
"Tidak bolehlah negara hukum, ini bukan negara barbar. Itu berbahaya. Setiap orang melakukan dengan cara persekusi, merusak negara," ujar Yasonna di Jln Karang Asem No 34, Jakarta Selatan, Selasa (06/06/2017).
Persekusi bertentangan dengan hukum. Yasonna menyebutkan jika ada satu pihak merasa dilecehkan, penyelesaian melalui proses hukum yang berlaku.
"Itu melanggar hukum, tidak bisa dibiarin itu. Jika persekusi, kalau ada orang yang merasa dia dilecehkan atau diapain saja, dia ke polisi datangnya, bukan melakukan tindakan main hakim sendiri," tutur Yasonna.
Kasus persekusi ini belakangan mencuri perhatian publik. Dua kasus terhangat terjadi di Solok, Sumatera Barat, yang menimpa dr Fiera Lovita dan di Cipinang, Jakarta Timur, terhadap remaja M (15). Keduanya didatangi sekelompok orang sebab mengunggah status yang dianggap melecehkan ulama.
Buntut dari kasus tersebut, khususnya M yang ditetapkannya dua tersangka yaitu Abdul Mujid dan Matsunin, yang dijerat pasal berlapis. Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan mengutarakan Abdul Mujid dan Matsunin diganjar Pasal 80 juncto Pasal 76 C UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan/atau Pasal 170 KUHP. (Jendela Berita Online)