Jendela Berita Online - Polri didesak agar mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyelidik senior KPK, Novel Baswedan. Polri hingga saat ini sudah mengerahkan 150 penyelidik untuk membongkar kasus Novel.
"Upaya-upaya untuk mengungkap masih dilaksanakan. Kami tidak berhenti. Tim-tim ini telah bahkan melibatkan kalau tidak salah dari Polda Metro dan Mabes 150-an orang untuk kasus teror Novel ini," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (7/11/2017).
Setyo mengambarkan kasus Novel mempunyai karakteristik sulit diungkap lantaran bukti yang dikantongi polisi untuk membuat terang pelaku teror sedikit.
"Kalau masyarakat menyebutkan kasus ini sangat cepat, ini kok cepat', beda sekali ya. Kasus meme (Ketua DPR Setya Novanto) itu gampang sekali diungkap, namun kasus yang lain dengan bukti yang minim juga sangat susah untuk diungkap," jelas Setyo.
Teror penyiraman air keras menimpa Novel Baswedan tanggal 11 April 2017. Penyerangan tersebut terjadi sepulangnya Novel dari salat subuh di masjid dekat rumahnya. 200 Hari sudah berlalu namun pelaku belum juga ditemukan. (Jendela Berita Online)